Wisata budaya menarik di Lombok untuk dikunjungi

Uncategorized

Wisata budaya menarik di Lombok untuk dikunjungi

1. Rumah Tradisional Sade / Ende

Rumah tradisional Sade / Ende adalah daerah di mana kita bisa melihat kehidupan asli suku Sasak di Lombok, yang tidak kalah menariknya adalah kita bisa melihat keunikan industri rumah tradisional yang lantainya terbuat dari kotoran kerbau, atapnya berasal dari pohon alang-alang, dan denah rumah tradisional. Unik Selain itu, banyak produk budaya seperti kain tenun dan kerajinan tradisional dapat ditemukan di Lombok di daerah ini.

2. Nyongkolan

Tradisi NYONGKOLAN, tradisi ini adalah kegiatan untuk merayakan pengantin wanita dari komunitas suku Sasak seperti prosesi yang membawa pengantin wanita ke rumah pengantin wanita ditemani oleh keluarga dan kerabat menggunakan pakaian tradisional suku Sasak dan gendang rendendang dalam irama Jindang Belek.

Tujuan merayakan tradisi kolusi terutama untuk menghadirkan dan memberi tahu kedua belah pihak, pengantin pria dan wanita, bahwa orang yang bersangkutan secara resmi telah menjadi pasangan menikah. Suasana Nyongkolan di Lombok agak ramai, dan minat orang Lombok untuk berpartisipasi dalam merayakan suasana kolusi ini sangat luar biasa, mulai dari anak-anak – anak-anak, remaja, dan orang tua, di mana mereka berkumpul dan membuat garis-garis elegan untuk menemani pengantin wanita, serta Tunjukkan kohesi suku Sasak dalam hal tradisi.

3. Peresean

Ini adalah suku Sasak khas seni bela diri – Lombok.Di zaman kuno, Berzan digunakan untuk melatih keterampilan dalam memerangi penjajah, serta berperang melawan penjajah, dan seni bela diri menggunakan bir dalam upacara untuk memanggil hujan di musim kemarau.

Di Lombok sendiri, kegiatan peresean sering dilakukan untuk melestarikan tradisi suku Sasak di Pulau Lombok, yang dilakukan oleh pejuang terlatih, sebelum pertempuran mereka disuruh mengikuti prosedur peresean sederhana seperti tidak memukul perut ke bawah, atau bagian vital lainnya, pertempuran ini berlangsung nyata Jangan bermain, dan kadang-kadang pejuang mengalami memar atau pendarahan.

4. Perang Topat

Perang ini disebut tradisi Perang Ketupat yang dapat kita temukan di Pulau Lombok, khususnya di wilayah Pura Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Ketupat sendiri adalah jenis makanan Indonesia yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan daun kelapa membentuk persegi panjang, dan biasanya kita jumpai saat lebaran / lebaran. Tradisi ini adalah tradisi turun temurun yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Sebelum acara dimulai, ratusan orang akan berkumpul di Pura Lingsar yang terbagi menjadi dua bagian, yang pertama di Lapangan Candi Gaduh yang digunakan sebagai tempat ibadah bagi umat Hindu, dan bagian kedua di halaman Kemaliq, yang merupakan situs keramat oleh komunitas Islam Sasak di Lombok, kedua bagian ini dipisahkan oleh dinding tanah Tebal dan tebal. Setelah mereka berada di kantor mereka, tanda dimulainya perang adalah kedatangan prosesi wanita yang sedang mencuci untuk membawa amunisi yang terbuat dari berlian, kemudian dibagikan kepada dua pihak yang siap bertarung, yaitu partai yang terdiri dari pasukan Hindu dan pihak yang terdiri dari pasukan Muslim.

Setelah amunisi telah didistribusikan dan sinyal telah dimulai untuk perang, sekarang saatnya untuk saling melempar dengan berlian, dan suasana ekstasi terasa segera setelah perang dimulai, bahwa perang ini jauh dari merayap, tetapi sebaliknya, sangat menyenangkan dan menambah pengalaman liburan budaya Anda di Lombok untuk dikagumi. Perang ini diadakan ratusan tahun yang lalu, dengan hadirnya perang intan, yang menambah atmosfirnya yang hangat, sehingga perang ini menjadi simbol perdamaian antara umat Hindu dan Muslim di Lombok, sebelah barat Nusa Tenggara.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*